Monday, March 30, 2015

Menurut Dwi Febrian Handriyanto (2009)  Mikrotik dipilih sebagai router pada suatu jaringan karena fiturnya yang lengkap dengan harga yang relative murah, System keamanan yang tinggi, tools yang lebih banyak dan tidak membutuhkan spesifikasi computer yang tinggi dan menurut Andi Zainul Albaab (2012) sistem keamanan mikrotik tidak hanya tinggi, tetapi juga informatif dan mudah diatur bagi penggunanya. Hal ini sejalan Menurut Dedi Cahyadi(2010) Fitur tunneling dengan EoIP dalam mikrotik  dapat dimanfaatkan untuk membuat bridging antar perangkat Mikrotik untuk menghubungkan dua atau lebih kantor suatu organisasi/lembaga melalui jaringan internet, sehingga seolah-olah kantor-kantor tersebut terhubung dalam satu segmen jaringan intranet. Dalam aspek keamanan, walau EoIP tidak memberlakukan enkripsi seperti VPN-IP, namun administrator dapat mengaktifkan fungsi firewall/filtering dan monitoring pada interface-interface EoI. Dari sisi biaya, dengan menggunakan jaringan Internet, dapat dibangun sebuah jaringan private (Mikrotik) di atas jaringan public yang biayanya relatif lebih murah dibandingkan dengan sewa layanan VPN-IP.Menurut Setya Wijayanta dan Muslihudin (2013) fitur Mikrotik Web Proxy dengan dapat memfilter situs dan dapat mengatur waktu penggunaan suatu situs, misalnya jejaring soial. Menurut Achmad Syaiful Arba’i  (2013) router Mikrotik dapat membuat koneksi internet menjadi stabil walaupun digunakan secara bersamaan. Router Mikrotik dapat memanajemen bandwidth sesuai dengan kebutuhan. Lalu router ini dapat memanajemen user sehingga dapat membedakan user yang mendapat prioritas lebih.

Referensi

Albaab, A. Z. (2012). Sistem Pengatur Keamanan Mikrotik SSH Berbasis Web.
Arba’i, A. S. (2013). MANAJEMEN USER DAN BANDWIDTH PADA HOTSPOT CV. AGUNG TOURIS SERVICE MENGGUNAKAN ROTER MIKROTIK.
Cahyadi, D. (2010). Pemanfaatan Fitur Tunneling Menggunakan Virtual Interface EoIP di MikrotikRouterOS Untuk Koneksi Bridging Antar Kantor Melalui Jaringan ADSL Telkom Speedy. Jurnal Informatika Mulawarman, 50-54.
Handriyanto, D. F. (2009). KAJIAN PENGGUNAAN MIKROTIK ROUTER OS™ SEBAGAI ROUTER PADA JARINGAN KOMPUTER.

Wijayanta, S., & Muslihudin. (2013). PEMBANGUNAN WEB PROXY DENGAN MIKROTIK UNTUK MENDUKUNG INTERNET SEHAT DI SMK MUHAMMADIYAH 1 PATUK GUNUNGKIDUL. Jurnal Sarjana Teknik Informatika, 259-267.

Thursday, December 11, 2014

Project Management Institute adalah asosiasi profesional not profit yang didirikan oleh para pr oyek manager pada tahun 1969. Ada 300,000 member di 171 negara dikelompokan pada 250 chapter. PMI menyediakan 11 standar kerangka kerja manajemen proyek umum dan 6 kualifikasi diakui secara luas.

PMI chapter Indonesia adalah organisasi professional yang berada di Indonesia yang didirikan pada tahun 1996 dengan 548jumlah anggota du seluruh industry. Organisasi ini menyediakan pelatihan dan pendidikan untuk mempromosikan manajemen proyek di Indonesia


Keahlian dasar yang perlu dimiliki dalam Manajemen Proyek yaitu:
  1. Komunikasi
  2. Kerja sama tim
  3. Mengelola pekerjaan
  4. Menyelesaikan masalah
  5. Kepemimpinan



Keahlian berharga untuk masuk ke lingkungan Manajemen Proyek:
  1. Ketajaman bisnis
  2. Dasar manajemen proyek
  3. Kecerdasan emosional
  4. Ketegasan


Project Management Institute menjaring kandidat dengan resume yang berisi:
  • Posisi keemimpinan
  • Penghargaan public speaking
  • Pelayanan masyarakat
  • Partisipasi dalam olahraga beregu
  • Pengalaman sales dan/atau management

Dalam wawancara, Project Management Institute mungkin akan meminta Anda untuk:
  • Menggambarkan situasi yang nyata
  • Tugas yang akan Anda lakukan
  • Tindakan yang harus dilakukan untuk mencapainya
  • Hasil yang didapatkan

Friday, December 5, 2014

Bahan:
  • access point linksys
  • PC atau Laptop
  • kabel UTP Straight.

Lalu setelah itu adalah kita harus merestart terlebih dahulu access point linksysnya dengan cara menekan tombol reset dan tahan 8-10 detik sampai lambu powernya mati dan menyala kembali. Lalu pasang kabel UTS Straight dari Access Point ke laptop atau PC yang ingin digunakan untuk menkonfigurasi Access Point ini.
Lalu langkah berikutnya adalah pastikan IP laptop atau PC anda berada pada alamat default IP Access Point yaitu 192.168.1.245 . Setelah terhubung masuk ke browser anda dan ketikan alamat IP 192.168.1.245 untuk masuk ke konfigurasi Access Point ini. Lalu ketikan password ‘admin’ dan kosongkan saja kolom username karena ini format default dari Linksysnya.
setelah berhasil masuk baru kita dapat merubah password. yaitu dengan cara masuk ke menu administration kemudian pilih menu management dan masukan password yang anda inginkan, setelah selesei jangan lupa untuk menekan tombol save setting dibagian bawah.

Lalu perlu diketahui juga bahwa access point ini dapat memiliki dua fungsi yang berbeda, yaitu access point sebagai access point atau access point sebagai repeater. perbedaannya adalah jika access point sebagai access point kita dapat memiliki access point yang memiliki kouta host sendiri, sedangkan kalau repeater adalah kita hanya  menjadikan access point ini sebagai repeater dari sinya yang ada di access point pusat sehingga access point ini tidak memiliki kuota host sendiri.
Caranya adalah pada halaman setup pilih network setup dan kita dapat mengkonfigurasi ip address access point. Jika kita ingin mengatur access point sebagai access point caranya adalah AP Client dan Wireless Repeater tinggal memilih penuh, setup -> AP mode.
Lalu kita berpindah ke tab wireless, pada bagian basic wireless setting terdapat wireless mode yang bisa dipilih, yaitu mixed, wireless-G dan wireless-B only. Silahkan pilih dari salah satu mode tersebut, disarankan untuk memilih mixed karena agar dapat wireless dapat diakses oleh jenis wireless G dan B. Lalu ditab ini juga kita dapat memberi nama jaringan SSID (service set Identifier), misalnya ‘axzqq′, lalu pilih channel dan SSID broadcast. setelah selesei di set dan klik save setting.

Lalu kita pilih ke tab sebelahnya lagi yaitu tab menu security. disini kita dapat menerapkan sistem keamanan jaringan menggunakan WEP, WPA personal, WPA2 personal, WPA 2 mixed, WPA enterprise dan RADIUS. saya menyarankan untuk memilih WPA karena WPA merupakan security yang lebih update dari WEP. Karena WPA mempunyai mekanisme enkripsi yang lebih kuat dari pada WEP. Mungkin saat ini sudah ada yang mampu memecahkan enkripsi WPA, tetapi mungkin memerlukan waktu yang lama untuk memecahkan enkripsi tersebut. Namun bukan tidak mungkin seiring berkembangnya ilmu dan teknologi suatu saat WPA akan dengan mudah di pecahkan dalam waktu yang lebih cepat. Di WPA jenis enkripsi nya menggunakan metode TKIP atau AES. Jika sudah di pilih jangan lupa untuk memilih klik save setting.
Lalu terakhir adalah tab wireless dan pilih wireless MAC filter. disini terdapat maksimal 50 MAC address. dibagian ini juga terdapat fasilitas yang berguna untuk menentukan siapa saja yang dapat mengakses access point ini yang disebut Permit atau kita dapat memblock beberapa MAC address dengan memilih Prevent.

Wednesday, November 12, 2014

Instruksi ps (process status) digunakan untuk melihat kondisi proses yang ada. PID adalah Nomor Identitas Proses, TTY adalah nama terminal dimana proses tersebut aktif, STAT berisi S (Sleeping) dan R (Running), COMMAND merupakan instruksi yang digunakan.
$ ps

Untuk melihat faktor/elemen lainnya, gunakan option –u (user). %CPU adalah presentasi CPU time yang digunakan oleh proses tersebut, %MEM adalah presentasi system memori yang digunakan proses, SIZE adalah jumlah memori yang digunakan, RSS (Real System Storage) adalah jumlah memori yang digunakan, START adalah kapan proses tersebut diaktifkan.
$ ps u
Mencari proses yang spesifik untuk pemakai.  
$ ps -u <user>

Mencari proses lainnya gunakan opsi a, au dan aux
$ ps -a
 $ ps -au
$ ps -aux
Melihat proses yang sedang berjalan 
$ top
Menampilkan hubungan proses parent dan child
$ ps -eH   Menampilkan hubungan proses parent dan child

 $ ps -eF   Menampilkan hubungan proses parent dan child serta letak prosesnya

$ pstree   Menampilkan semua proses pada sistem dalam bentuk hirarki parent/child

Menghentikan suatu proses/job
$ kill %<nomor job> contoh : kill %1
$ kill <PID> contoh : kill 1908
$ pkill <nama proses> contoh : pkill firefox
$ pkillall <nama proses> contoh : pkillall firefox
 
Mengubah prioritas suatu proses
$ renice <prioritas> <PID>
 
 Untuk menampilkan daftar file di current directory (folder).
$ ls
 
 Untuk menampilkan daftar file dengan "long" format.
$ ls -l
 
Untuk menampilkan daftar file dengan "long" format dan dengan output berwarna.
$ ls -l -color
 
 Untuk menampilkan konten dari file.
$ cat
$ help


Thursday, October 30, 2014

Routing merupakan proses dimana sesuatu dibawa dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Contoh riil sesuatu yang membutuhkan perutean adalah surat, panggilan telepon, perjalanan kereta api, dan lain sebagainya. Pada suatu jaringan, router adalah perangkat yang digunakan untuk merutekan trafik jaringan.
Untuk dapat melakukan perutean, suatu router, atau entitas apapun yang membangun routing, melakukan beberapa langkah berikut ini:
  •  Mengetahui Alamat tujuan
  • Mengenali sumber-sumber informasi perutean
  •  Menemukan rute-rute
  •  Memilih jalur atau rute
  • Memelihara dan memverifikasi informasi routing

Pada suatu sistem jaringan komputer, router mempelajari informasi routing dari sumber-sumber routing-nya yang terletak di dalam tabel routing (routing table). Router akan berpedoman pada tabel ini untuk menyatakan port mana yang digunakan mem-forward paket-paket yang ditujukan kepadanya
  •  Jika jaringan tujuan terhubung langsung dengan router, maka router sudah mengetahui port mana yang digunakan untuk mem-forward paket.
  •  Jika jaringan tujuan tidak terhubung langsung dengan router, maka router harus mempelajari rute terbaik untuk mem-forward paket ke tujuan.

Static Routing dan Dynamic Routing
Secara umum mekanisme koordinasi routing dapat dipelajari oleh router dalam dua metode, yaitu:
  •  Dimasukkan secara manual oleh administrator jaringan, disebut Static Routes.
  • Dikumpulkan melalui proses-proses dinamis yang berjalan di jaringan, disebut sebagai Dynamic Routes.

Static Routing
Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan. Routing static pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer.  Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam  forwarding  table  di  setiap router yang berada di jaringan tersebut.
Dynamic Routing
Dynamic Routing (Router Dinamis) adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan antara router lainnya. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan data ke arah yang benar. Dengan kata lain, routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing secara otomatis.
Distance Vector
Pembentukan tabel routing pada Distance Vector dilakukan dengan cara tiap-tiap router atau PC router akan saling bertukar informasi routing dengan router atau PC router yang terhubung langsung. Proses pertukaran informasi routing dilakukan secara periodik, misal tiap 30 detik.
Proses pembentukan tabel pada protokol routing yang menggunakan konsep distance vector adalah sebagai berikut :
  •  Mula-mula tabel routing yang dimiliki oleh masing-masing router atau PC router akan berisi informasi alamat jaringan yang terhubung langsung dengan router atau PC router tersebut.
  • Secara periodik masing-masing router atau PC router akan saling bertukar informasi sehingga isi tabel routing dari semua router terisi lengkap (converged).

Beberapa fitur Protokol Distance Vector :
·         Route Poisoning
Route Poisoning (meracuni rute) digunakan oleh berbagai protokol-protokol distance vector untuk mengatasi routing loops yang luas dan menawarkan informasi secara detail ketika sebuah subnet atau jaringan tidak dapat diakses. Untuk menyelesaikan ini,  hitungan hop biasanya di set ke lebih 1 dari maksimum.
·         Split horizon
Split horizon berasal dari pemikiran bahwa tidaklah berguna untuk mengirim infomasi tentang sebuah route kembali ke arah darimana informasi tersebut datang. Aturan split horizon membantu mencegah routing loops antara router-router berdekatan.
·         Split Horizon with Poison Reverse
Split horizon with poisoned reverse adalah modifikasi dari simple split horizon yang menyediakan informasi yang lebih positif.
Aturan pada split horizon with poisoned reverse adalah, ketika mengirim keluar update melalui suatu interface, maka setiap informasi network yang didapatkan dari interface tersebut ditandai sebagai unreachable.
·         Hold-downs timer
Jika hop count dari suatu network bertambah, router akan mengeset holddown timer untuk route network tersebut. Sampai timer tersebut berakhir, router tidak akan mau menerima update baru untuk route tersebut.
·         Triggered (Flash) Updates
Triggered update, atau disebut juga flash update, sebenarnya sangat sederhana: jika terdapat perubahan metric lebih baik atau lebih buruk, router akan langsung mengirimkan update tanpa menunggu periode update yang telah dijadwalkan.
·         RIP
RIP (Routing Information Protocol) adalah routing protocol yang paling sederhana yang termasuk jenis distance vektor. RIP menggunakan jumlah lompatan (hop count) sebagai metric dengan 15 hop maksimum.
·         IGRP
IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah juga protocol distance vector yang diciptakan oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP.
Perbedaan antara RIP dan IGRP
Function
RIP
IGRP

Update Timer
30 detik
90 detik
Metric
Hop count
Fungsi bandwidth dan delay (default), Dapat juga berisi reliability, load, dan MTU

Hold-Down Timer
180
280
Flash (Triggered) Updates
Ya
Ya
Mask Sent in Update
Tidak
Tidak
Infinite-metric Value
16
4.294.967.295

Algoritma Link-State
Protokol routing link-state lebih mirip sebuah peta jalan karena mereka membuat sebuah peta topologi dari sebuah jaringan dan setiap router menggunakan peta ini untuk menentukan jalur terpendek ke setiap jaringan. Sama halnya saat kita mengacu pada sebuah peta untuk menemukan rute ke kota lain, router-router link-state menggunakan sebuah peta untuk menentukan jalur yang paling diinginkan untuk mencapat tujuan lain.

Router yang menjalankan sebuah protokol routing link-state mengirim informasi tentang status link-nya ke router lain dalam wilayah routing. Status dari link ini mengacu pada jaringan yang terhubung langsung pada-nya dan termasuk informasi tentang jenis jaringan dan router-router tetangga pada jaringan tersebut, karena itu dinamakan protokol routing link-state.
Protokol routing link-state dikenal juga sebagai protokol shortest path first dan dibangun atas algorithma shortest path first Edsger Dijkstra’s.
Protokol routing link-stater IP adalah :
·         Open Shortest Path First (OSPF)
Routing Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah routing protocol standard terbuka yang telah diimplementasikan oleh sejumlah besar vendor jaringan. Alasan untuk mengkonfigurasi OSPF dalam sebuah topologi adalah untuk mengurangi overhead (waktu pemrosesan) routing, mempercepat convergance,serta membatasi ketidakstabilan network disebuah area dalam suatu network.
Beberapa fitur Protokol link state :
·         Steady-State Operation
Protokol link-state menjaga hubungan dengan neighbor melalui pengiriman paket-paket kecil secara tak berkala dan jarang (kadang-kadang). OSPF menyebut paket kecil ini dengan Hello packets. Hello packet secara sederhana mengidentifikasi subnet dan keaktifan link serta router neighbor.
Ketika router gagal menerima paket Hellos dari neighbor pada suatu interval tertentu (dinamakan dead interval), router akan mempercayai bahwa router bersangkutan mengalami kegagalan dan menandainya dengan “down” pada database topologi-nya. Kemudian router berhenti menerima paket Hello dan mulai menjalankan Dijkstra untuk menghitung kembali rute-rute baru.
·         Loop Avoidance
Algoritma SPF mencegah loop yang secara natural telah dilakukan bersamaan dengan pemrosessan database topologi, sehingga tidak diperlukan fitur loop-avoidance sepertisplit horizon, poison reserve, hold down timer, dan lain sebagainya.
·         Scalling OSPF Through Hierarchical Design
Pada jaringan besar dengan ratusan router, waktu konvergensi OSPF dapat melambat, dan membutuhkan banyak memory, serta pembebanan prosessor.
Masalah ini dapat diringkas sebagai berikut:
• Pada topologi database yang besar dibutuhkan lebih banyak memory dalam setiap router.
• Pemrosessan database topologi yang besar dengan algoritma SPF membutuhkan daya pemrosesan yang bertambah secara eksponensial sebanding dengan ukuran database topologi.
• Satu perubahan status interface (up ke down atau down ke up) memaksa setiap router untuk menjalankan SPF lagi.

Meskipun demikian, tidak ada definisi yang tepat untuk mendeskripsikan “jaringan besar”. Sebagai patokan (sangat umum, bergantung pada desain, model, router, dan lain-lain), untuk jaringan dengan paling sedikit 50 router dan 100 subnet, fitur OSPF scalability seharusnya digunakan untuk mengurangi problem di atas.

·         OSPF Area
Penggunaan OSPF area dapat memecahkan banyak (tidak semuanya) permasalahan mendasar ketika menjalankan OSPF pada jaringan besar. OSPF area memecah-mecah jaringan sehingga router dalam satu area lebih sedikit mengetahui informasi topologi mengenai subnet pada area lainnya.
Dengan database topologi yang lebih kecil, router akan mengkonsumsi memory dan proses yang lebih sedikit.
OSPF menggunakan istilah Area Border Router (ABR) untuk mendeskripsikan suatu router yang berada diantara dua area (perbatasan).
Suatu ABR memiliki database topologi untuk kedua area tersebut dan menjalankan SPF ketika status link berubah pada salah satu area. Penggunaan area tidak selamanya mengurangi kebutuhan memory dan sejumlah penghitungan SPF untuk router ABR.
·         Stub Area
OSPF mengijinkan pendefinisian suatu area sebagai stub area, sehingga dapat mengurangi ukuran database topologi. OSPF juga mengijinkan varian area lain yang dapat mengurangi ukuran database topologi, dimana juga akan mempercepat pemrosessan algoritma SPF.
Tipe area terbaru saat ini adalah Totally Not-So-Stubby Area (TNSSA).

Balanced Hybrid Routing Protocol(EIGRP)
Pengertian EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) merupakan hasil pengembangan dari routing ptotokol pendahulunya yaitu IGRP yang keduanya adalah routing pengembangan dari CISCO. Pengembangan itu dihasilkan oleh perubahan dan bermacam-macam tuntutan dalam jaringan Skala jaringan yang besar. EIGRP menggabungkan kemampuan dari Link-State Protokol dan Distance Vector Protokol, terlebih lagi EIGRP memuat beberapa protocol penting yang secara baik meningkatkan efisiensi penggunaannya ke routing protocol lain.

EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada CISCO. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router CISCO saja dan routing ini tidak didukung dalam jenis router yang lain. 

EIGRP sering disebut juga Hybrid-Distance-Vector Routing Protocol, karena cara kerjanya menggunkan dua tipe routing protocol,yaitu
Distance vector protocol dan Link-State protocol, Dalam pengertian bahwa routing EIGRP sebenarnya merupakan distance vector protocol tetapi prinsip kerjanya menggunakan links-states protocol.sehingga EIGRP disebuat sebagai hybrid-distance-vector,mengapa dikatakan demikian karena prinsip kerjanya sama dengan links-states protocol yaitu mengirimkan semacam hello packet.

Perbandingan antar IGRP dan EIGRP di bagi menjadi beberapa kategori :
Kategori
IGRP
EIGRP
Compability Mode
Tidak mendukung multi protokol
Mendukung multiprotokol
Metric Calculation
Perhitungan dengan metrik paling efisien menuju ke network tujuan
Perhitungan dengan metrik paling efisien menuju ke network tujuan
HopCount
maksimal 255
maksimal 224
Automatic Protocol Redistribution
Tidak mendistribusikan secara otomatis
mendistribusikan secara otomatis ke routing protokol yang lain
Routing Tagging
Tidak ada
Ada, route tagging yang berfungsi untuk mengecek external routing ,sehingga EIGRP akan mengetahui routing protocol yang digunakan oleh router tetangganya

Referensi:

Wednesday, October 29, 2014

Cheat Sheet Command pada Linux


PERINTAH DASAR


ls
menampilkan isi direktori
ls -l
menampilkan daftar file beserta atributnya
ls -a
menampilkan daftar file beserta file yang tersembunyi tanpa atribut
ls -al
menggabungkan perintah -l dan -a pada ls
ls -laC
menampilkan semua list dari direktori dalam bentuk kolom
ls -F
menampilkan semua file beserta tipe filenya
cd dir_tujuan
pindah ke direktori lain
cd~
berpindah ke direktori home
mkdir namaFile
membuat file ditektori
pwd
menampilkan tempat direktori yang aktif
cp namaFile dir_tujuan
menyalin file ke folder atau direktori lain sesuai keinginan
cp -r folder dir_tujuan
menyalin folder tertentu secara rekursif ke direktori tujuan
cp *.ext dir_tujuan
menyalin file-file yang berekstensi khusus ke direktori lain
cp nama* dir_tujuan
menyalin file file-file yang namanya diawali dengan nama tertentu ke direktori lain
mv life dir_tujuan
memindahkan file ke direktori lain atau mengganti nama file
rm file
menghapus file
rm -r folder
menghapus folder
rm -rf folder
menghapus folder secara paksa
find namaFile
mencari file di direktori aktif
cat file.txt
menampilkan file .txt ke dalam bentuk plain text
cat > file
memasukan file standar ke dalam file
wc file.txt
menampilkan jumlah kata, baris dan ukuran dari suatu file
sudo namaPerintah
menjalankan perintah atau program sebagai super user
whoiam
menampilkan user yang ssedang aktif
ln -s file link
membuat link simbolik untuk membuat link ke file
touch file
membuat file
more file
menampilkan isi dari file
head file
menampilkan 10 baris pertama dari file
head -20 file
menampilkan 20 baris pertama dari file
tail file
menampilkan 10 baris terakhir dari file
tail -20 file
menampilkan 20 baris terakhir dari file
tail -f file
menampilkan isi dari file berserta pertumbuhannya dimulai dari 10 baris terakhir


Cheat Sheet Command pada Linux







MANAJEMEN PROSES


ps
melihat kondisi proses yang ada
ps u
melihat elemen CPU time yang digunakan
ps -u
mencari proses yang spesifik pengguna
ps -a

ps -u
mencari proses lainnya,
ps -x
dapat menggunakan salah satu dari -a, -u, -x
ps -au
atau menggabungkan ketiganya menjadi aux
ps -aux

top
melihat semua proses yang sedang berjalan, htop harus terinstal
htop
dan tampilannya lebih baik dari top
ps -eH
menampilkan hubungan proses tertentu dan child
ps -eF
menampilkan hubungan proses tertentu dan child serta letak prosesnya
kill %1
menghentikan suatu proses/job
kill nomor
dapat menggunakan nomor, nama program yang dijalankan
pkill namaProgram
atau semua program yang sedang berjalan
pkillall namaProgram

kill pid
menghentikan suatu proses/job dengan id pid
killall proc
menghentikan semua proses yang bernama proc
renice <prioritas> <PID>
mengubah prioritas suatu proses
bg
menampilkan dan mengulang proses yang berhenti di program



KONKURENSI


ps aux | grep terminal
hanya mencari proses yang ada terminalnya
ps aux | grep tunar
melihat elemen CPU time yang digunakan
ps -u
membuka aplikasi file manager
ls * | xargs rm
menghapus semua yang ditemukan ls
man nama | lpr
mencetak halaman yang bernama tertentu sebagai plain text
man -t nama | lpr
mencetak halaman yang bernama tertentu sebagai Postscript
command | grep pattern
mencari pattern pada hasil keluaran dari command
man -t man | ps2ekstensi ->   membuat sebuah file dengan akstensi tertentu secara manual
command | less
membuat command window dapat discroll menggunakan shift+up/down
cat nama | more
menampilkan file dalam 1 layar diwaktu yang bersamaan
{command} | {command}
direktori ditampilkan dalam satu halaman